Saturday, January 28, 2012

Ketika "Sang Jiwa" Tersesat

°°°

waktu..,

hampir empat putaran waktu dilalui.
segala rasa berpusar dalam waktu itu.
sang waktu telah bergulir begitu cepat.
sementara hasrat dan rasa membeku.
ingin kembali, namun tak tahu jalan.
ingin maju, oh.. bergeraklah "sang jiwa".

keputusan..,

terlahir dalam satu putaran waktu.
sembilan fase yang paling menyesakkan.
dimana membuatnya lebih mudah.
lebih mudah daripada menerimanya.
ketika "sang jiwa" belajar untuk menerima..

cuaca..,

cakrawala hitam pekat.., kala kegelapan menaungi semua.
hujan begitu derasnya.., seakan² semua air yg ada dicurahkan.
angin begitu kencangnya.., seperti ingin merobohkan semuanya.
petir menggelegar bersahut²an.., bagai irama genderang perang.
udara begitu dingin menusuk.., seolah ribuan jarum ditancapkan.
sakit.., butiran air bertubi² menghujam tanpa belas kasihan.
ketika "sang jiwa" menangis pilu, menahan yang tak tertahan..

energi..,

ada yang mendesak.. ada yang menekan..
begitu menyesakkan.. begitu menyiksa..
seolah ingin meledak kesegala penjuru..
sebentuk energi, berpendar ungu kehitaman.
membuncah, menggelegak tak tertahankan.
ketika "sang jiwa" menderita..

rasa..,

kilasan balik empat putaran waktu.
rasa yang tak lahir bersama "sang jiwa".
kemarahan.. kebencian.. kesedihan.. penyesalan..
ketika "sang jiwa" tak lagi murni..

ingatan..,

kilasan balik empat putaran waktu.
tiada rasa ini, ketika sepasang sayap itu ada.
sayap yang indah, bulu² yang putih cemerlang.
kerelaan melepas segalanya demi cahaya itu.
cahaya yang tampak lebih berarti dari segalanya.
ketika "sang jiwa" menemukan tujuan..

cahaya..,

cahaya itu.., tampak seperti "sang cahaya".
"sang cahaya" yang dirindukannya selama waktu ini.
"sang cahaya" yang diinginkannya sepanjang waktu ini.
"sang cahaya" yang sudah membuatnya merasakan arti ada.
"sang cahaya" yang dilepasnya, demi sesosok jiwa lain.
ketika "sang jiwa" terperangkap ilusi..

kesadaran..,

saat mata hati "sang jiwa" terbuka dari tidur panjangnya.
bahwa cahaya itu bukanlah "sang cahaya" yang dirindukannya.
bahwa cahaya itu bukanlah "sang cahaya" yang diinginkannya.
bahwa cahaya itu tidak akan pernah sama dengan "sang cahaya".
bahwa cahaya itu tidak akan bisa menggantikan "sang cahaya".
ketika ilusi tak lagi mempengaruhi "sang jiwa"..

indera..,

tersentak!
suara yang begitu merdu..
suara yang terasa akrab..
suara samar dikejauhan..
seolah sudah bersama "sang jiwa" sejak awal masa.
berusaha menjawab.., tak ada suara mampu keluar.
berusaha mencari.., tak ada cahaya untuk melihat.
berusaha merasa.., butiran² air masih bertubi² menghujam.
berusaha mendengar.., petir masih menggelegar bagai genderang perang.
berusaha mencium.., berharap aroma "sang suara" menunjukkan posisinya.
seluruh indera lemah, hanya pikiran sadar.
ketika "sang jiwa" tersesat..

°°°

- reggi '09 -

No comments:

Post a Comment